Kemampuan bahasa Inggris guru sekolah Internasional di Indonesia.

Apakah yang terjadi bila belajar di Indonesia, dengan kualitas guru seperti yang disebut dalam artikel kompas.com sbb?

Berdasarkan Test of English for International Communication (ToEIC), dari sekitar 600guru sekolah rintisan sekolah berstandar internasional (RSBI) SMP, SMA, dan SMK di seluruh Indonesia, terungkap bahwa penguasaan bahasa Inggris guru dan kepala sekolahnya rendah.

Data tersebut diungkapkan oleh Direktur Tenaga Kependidikan Direktorat Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) Depdiknas Surya Dharma, MPA, Ph D, di Jakarta, Selasa (23/6). Surya mengatakan, penetapan sebagai sekolah berstandar internasional (SBI) ternyata sering mengabaikan tuntutan berbahasa Inggris aktif.
Akibatnya, Surya melanjutkan, kemampuan bahasa Inggris guru dan kepala sekolah di sekolah rintisan SBI rendah.

"Hasil tes itu menunjukkan standar bahasa Inggris guru dan kepala sekolah RSBI pada umumnya rendah, sebanyak 60 persennya berada pada level paling rendah kemampuan berbahasa," tutur Surya.

Ada lagi fakta tentang mahasiswa jurusan bahasa Inggris di Indonesia sbb:

Mahasiswa Program Studi Bahasa Inggris FKIP Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Medan, ternyata kurang fasih berbahasa Inggris karena kurangnya keberanian menggunakannya dalam pergaulan sehari-hari.
Hal itu diungkapkan oleh Dekan FKIP UMSU, Dra Hj Nur’Ain Lubis MAP, di Medan, Jumat (12/6). Nur' Ain mengatakan, mahasiswa Program Studi Bahasa Inggris seharusnya fasih menggunakan bahasa universal itu sebagai kewajibannya dalam proses belajar - mengajar.

"Sebagian mahasiswa memang masih belum fasih menggunakan Bahasa Inggris karena kurangnya keberanian untuk mencoba, tetapi bila digali dan ada kemauan pasti bisa," ujar Nur' Ain.

Nur’Ain menjelaskan, mahasiswa yang nantinya akan menjadi calon guru tersebut memang diwajibkan menggunakan Bahasa Inggris. Pasalnya, saat simulasi mengajar di kelas, khususnya pada mata kuliah 'Micro Teaching', mereka wajib menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar.

"Sampai saat ini mahasiswa masih banyak dilatih untuk lebih berani berbicara dalam Bahasa Inggris dalam proses belajar di kelas dan yang perlu ditambahkan adalah pembendaharaan katanya," ujarnya.

Nur' Ain menambahkan, upaya memotivasi mahasiswa agar menguasai Bahasa Inggris dilakukan dengan cara belajar dan terus berlatih. Selain itu, pada saat mereka berlatih mengajar di depan kelas akan diberikan penghargaan dalam bentuk pujian supaya mereka lebih gigih lagi.

.
.
KAPAN KITA MAU MAJU?

.
ONE STOP EDUCATION SERVICES FOR STUDENT IN AUSTRALIA .